Sunday, October 01, 2006

Di Penghujung Bulan September 2006


Pagi ini bulan September telah berganti dengan bulan Oktober, kemarin adalah hari terakhir di Bulan September, telah banyak peristiwa yang boleh aku lalui sepanjang bulan September ini.

Sehari yang lalu, pagi-pagi aku pergi ke bengkel untuk memperbaiki mobilku. Sepulang dari menitipkan mobil di bengkel, aku merasa sangat kelelahan, akhirnya kuputuskan untuk beristirahat sejenak sambil menunggu mobilku selesai di perbaiki. Pastilah kalau sudah selesai bengkel itu akan menghubungi aku untuk menjemput mobilku. Sepertinya pagi mejelang siang hari itu aku tertidur, ketika tiba-tiba kudengar suara mamaku memanggil untuk makan siang, dan secara bersamaan HP-ku berbunyi, dan ternyata telepon dari Ketua Muda mudi di Gerejaku yang mengabarkan bahwa ada kebakaran di daerah salah seorang teman Muda mudi lainnya. Aku yang saat itu masih setengah sadar mengatakan bahwa aku akan segera menyusul kesana.

Aku turun dari kamarku dan menyelesaikan makan siangku sejenak dengan keluargaku, karena mama tidak memberiku berangkat sebelum aku makan. Segera kuselesaikan makan siangku dan berpamitan untuk membantu temanku itu. Sesampai disana ternyata rumah temanku dalam kondisi baik-baik saja, tetapi rumah Sopir yang bekerja di Gereja kami habis terbakar. Kami muda mudi Gereja bahu membahu untuk menolong keluarga Sopir Gereja kami dan mencarikan tempat tinggal di gereja. Setelah selesai membantu keluarga Sopir Gereja ini, kamipun mulai membantuk Seksi Sosial Gereja untuk mengumpulkan mie instan dan beras yang kemudian kami angkut dengan menggunakan mobil box untuk diantar ke posko di tempat RT/RW setempat.

Ini pengalaman pertama yang sangat nyata, membantu orang-orang yang kesusahan, beratnya barang-barang yang kami angkat tidak kami rasakan sebagai beban, duduk berhimpitan di dalam mobil box yang pengap dan kotor juga tidak kami persoalkan. Cuma semangat untuk membantu orang-orang yang kesusahan ini yang membuat diri kami tidak merasa kelelahan. Akhirnya setelah +/- 2 jam kami bekerja keras, kami membubarkan diri karena tugas membantu kami telah terselesaikan.

Kami pulang dengan perasaan prihatin, bahagia dan lainnya, perasaan yang sungguh-sungguh campur aduk seperti gado-gado. Tapi kuasa The Source sungguh luar biasa karena kami boleh alami dan turut ambil bagian di dalam kejadian ini. Meskipun secara materil banyak yang kehilangan, tempat tinggal, barang-barang berharga dan lainnya, tetapi The Source masih menyelamatkan Jiwa-Jiwa mereka. Sehingga tidak ditemukan adanya korban jiwa.

Ada hal yang membuat aku sempat terpekur melihat kondisi rumah-rumah disana, bagaimana tidak, kami semua aktif di Gereja yang memiliki bangunan yang cukup mengah, ternyata banyak teman-teman kami yang rumahnya berada diantara kali dan rel kereta api, di Jakarta rumah-rumah di tempat seperti ini sering disebut rumah liar dan di kategorikan sebagai rumah kumuh. Sebuah degradasi yang sangat menyolok antara mereka yang memiliki rumah mewah dan mobil mewah dengan rumah semi permanent dan perabot seadanya. Tetapi kami semua di Gereja tidak pernah mempermasalahkan perbedaan itu, dan boleh di bilang selama kami aktif di Gereja tidaklah pernah kami memandang itu sebagai suatu perbedaan, buat kami semua, kami adalah sama, kami memiliki talenta yang berbeda satu dengan lainnya dan itulah yang membuat kami menjadi berarti untuk diri kami sendiri dan untuk orang lain.

Sebuah Peristiwa yang luar biasa di penghujung Bulan September 2006 ini.

1 comments:

vergo on 7:39 AM said...

Memang sungguh indah rencana The Source dalam kehidupan kita, jika kita memang ingin memahami apa yang telah menjadi kehendak The Source untuk kita. Terkadang kita sebagai hamba selalu menolak bahkan mengeluh atas apa yang boleh terjadi dalam hidup kita.
Rasanya bahagia, senang, dan berbagai macam perasaan yang tidak dapat dijabarkan dalam kata-kata ketika kita membantu sesama didalam kesusahan atau kesenangan.
Indahnya memberi, memberi dan memberi cinta, kasih, segala hal yang kita miliki kepada sesama.

 

Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez